//
you're reading...
Unisba

LAPORAN KEGIATAN KULIAH LAPANGAN KEHIDUPAN BERAGAMA (KLKB)

LAPORAN KEGIATAN

KULIAH LAPANGAN KEHIDUPAN BERAGAMA (KLKB)

 

DI DESA CILANGKAP KECAMATAN BUAHDUA

KABUPATEN SUMEDANG

 

Diajukan untuk memenuhi tugas akhir Kuliah Lapangan Kehidupan Beragama

Disusun oleh:

 

KELOMPOK I

 

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH

UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG

TAHUN 2010

PENGESAHAN

Kuliah Lapangan Kehidupan Beragama dilaksanakan pada tanggal 5 juli 2010 Sampai dengan tanggal 4 Agustus 2010 di Desa Cilangkap Kec. Buahdua Kab. Sumedang

Oleh Kelompok 1

Ketua              : Khambali

Sekretaris       : Aditia Permana

Bendahara     : Riki Risman

Anggota          :           M. Saeful Fatoni

Nevi Nurmita

Lia Maulal Hikmah

Taufik Arifin

 

Bandung, 5 Agustus 2010

Dosen Pembimbing

Ikin Asikin,. Drs. M.Ag.

Panitia Pelaksana Kuliah Kerja Nyata

Ketua Pelaksana Sekretaris
H. Ayi Sobarna, Drs. M.Pd. Asep Dudi S, S.Ag., M.Pd

Mengetahui,

Dekan Fakultas Tarbiyah

H. Dedih Surana, Drs. M.Ag.

KATA PENGANTAR

 

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan memanjatkan puji serta syukur kehadiran Allah SWT Yang Maha Rahman dan Rahim, karena berkat rahmat serta izin-Nyalah kami dapat menjalankan kegiatan KLKB selama satu bulan serta dapat menyelesaikan laporan KLKB ini.

Laporan ini kami susun sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan KLKB di Desa Cilangkap Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang pada tanggal 05 Juli 2010 – 05 Agustus 2010 yang merupakan salah satu syarat untuk menyelesaiikan studi di Fakultas Tarbiyah Unisba.

Kami berusaha menyelesaikan laporan ini dengan sebaik-baiknya akan tetapi kami menyadari bahwa laporan ini masih ada kekurangannya. Maka dari itu kami mohon maaf dan kami mengharapkan saran untuk mengoreksi yang membangun sehingga menjadi motivasi bagi perbaikan laporan ini.

Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada yang terhormat:

  1. Bapak Dekan Fakultas Tarbiyah, Bapak H. Dedih Surana, Drs., M.Ag. yang telah memberikan motivasi dan bimbingannya dalam menyukseskan kegiatan KLKB.
  2. Bapak Drs. Ikin Asikin, M.Ag., sebagai pembimbing kelompok 1 dalam KLKB Unisba 2010.
  3. Seluruh Panitia KLKB, Staf Dosen Fakultas Tarbiyah yang telah membantu dan mendukung kegiatan kami.
  4. Bapak Kuwu Desa Cilangkap Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang (Bapak Dadan) yang telah memberikan izin dan motivasi serta partisipasinya.
  5. Jajaran tokoh agama di Desa Cilangkap Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang yang telah membantu bekerja sama dalam menyukseskan kagiatan kami.
  6. Bapak Ketua DKM, Dusun, RW, RT, khususnya masyarakat di lingkungan Desa Cilangkap Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang yang telah membantu kelancaran KLKB.
  7. Kepala SDN Sanepa dan Staf Guru yang telah memberikan izin dan partisipasinya dalam mendukung kegiatan kami.
  8. Keluarga Bapak Wardi yang telah memberikan tempat tinggal selama KLKB berlangsung.
  9. Peserta KLKB kelompok 2 yang telah bekerja sama dalam menjalankan kegiatan di Desa Cilangkap Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang.
  10. Serta semua pihak yang telah membantu dalam terlaksananya KLKB ini.

Semoga Allah SWT membalas kebaikan dengan yang tak terhingga. Amin.

Akhir kata jazaakumullahu khairan katsiiran.

 

Bandung,  5  Agustus 2010

 

 

KELOMPOK I

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
DAFTAR LAMPIRAN ix
BAB I PENDAHULUAN 1
  1. Kondisi Umum Lokasi
1
1.1 Kondisi Geografis Desa Cilangkap 1
1.2 Kondisi Demografis Desa Cilangkap 2
1.3 Kondisi Kelembagaan Desa Cilangkap 2
1.4 Kondisi Sosial Keagamaan Desa Cilangkap 3
1.5 Kondisi Pendidikan Desa Cilangkap 4
1.6 Kondisi Ekonomi Desa Cilangkap 5
BAB II  PELAKSANAAN KEGIATAN 9
1.1   Identifikasi Kegiatan 9
1.1.1 Pemecahan Masalah Yang Dihadapi
1.1.2 Metode Pelaksanaan Yang Digunakan 11
1.1.3 Lokasi dan Waktu
1.2  Bidang Kegiatan
1.2.1 Pelaksana dan Khalayak Sasaran 12
1.2.2 Biaya dan Sumber Pelaksanaan 13
1.2.3 Kemungkinan Kerja sama dengan Instansi lain
BAB III HASIL KEGIATAN 14
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 17
  1. Kesimpulan
17
  1. Saran-saran
18
  1. Rekomendasi
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman
1.1         Kelompok Umur

1.2         Lembaga Pemerintahan Desa

1.3         Lembaga Petani

1.4         Sekolah Dasar / MI / MDA

1.5         Pengajian Rutin

1.6         Sekolah Dasar / MI / MDA

1.7         Tingkat Pendidikan Masyarakat

1.8         Masalah Pendidikan

1.9         Masalah Sosial Keagamaan

1.10     Program Kerja Skala Rutin

1.11     Program Kerja Skala Besar

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

iv

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. 1. Kondisi Umum Lokasi

Desa Cilangkap merupakan salah satu desa yang berada di wilayah  kecamatan Buahdua yang dipimpin oleh Kuwu/Kepala Desa yaitu Bapak Dadan Herman. Desa Cilangkap merupakan salah satu desa yang dijadikan percontohan dalam bidang Pertanian (Padi) dan Perkebunan Melinjo (Tangkil) serta Cengkeh. Desa ini memiliki devisa yang berasal dari SDA desa tersebut, karena di desa ini ada pabrik gabah dan objek wisata Cipanas dan Cigirang yang diresmikan pada tahun 1976 oleh Bapak Kuwu A. Djinatapradja yang dapat menghasilkan angggaran bagi desa tersebut. Berbeda dengan desa lain yang ada di kecamatan Buahdua.

 

1.1 Kondisi Geografis

Desa Cilangkap adalah salah satu desa di kecamatan Buahdua, terletak di sebelah barat desa Cibitung – Nagrak dengan luas wilayah  desa adalah 55, 175 KM2. yang terdiri dari 5 (lima) kategori, yaitu:

1)        Luas Tanah Sawah                : 134 ha

2)        Luas Tanah Pekarangan        : 109 ha

3)        Luas Tanah Hutan                : 300 ha

4)        Luas Kolam                          : 5 ha

5)        Luas Pengairan                     : 124 ha

Dengan batas desa, sebagai berikut:

– Sebelah Utara                                   :  Desa Cibubuan

– Sebelah Timur                                   :  Desa Sekarwangi

– Sebelah Barat                                    :  Desa Cibitung – Nagrak

Secara garis besar keadaan desa Cilangkap masih berupa pesawahan dan perkebunan, terutama perkebunan Melinjo dan Cengkeh. Serta Wisata Cipanas dan Cigirang serta Situs Sejarah Puncak Manik.

 

1.2 Kondisi Demografis

Penduduk desa Cilangkap berjumlah 2832 jiwa terdiri dari laki-laki 1.348     jiwa dan perempuan 1.484  jiwa, dengan kepala keluarga  berjumlah 1.022 KK, dengan jumlah tempat tinggal 1.090. Selain itu dalam melaksanakan aktifitas kehidupannya dapat dibagi beberapa bagian diantaranya :

Sebagaimana tabel 1.1 di bawah ini :

TABEL 1.1

KELOMPOK UMUR

No Kelompok Umur Jumlah Jiwa
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

0-4 tahun

5-6 tahun

7-12 tahun

13-15 tahun

16-18 tahun

19-25 tahun

26-35 tahun

36-45 tahun

45-56 tahun

57-64 tahun

65 ke atas

163 Jiwa

127 Jiwa

275 Jiwa

136 Jiwa

188 Jiwa

233 Jiwa

277 Jiwa

403 Jiwa

366 Jiwa

278 Jiwa

386 Jiwa

  Jumlah 2832ng

1.3 Kondisi Kelembagaan

Sebagaimana tabel 1.2 di bawah ini :

TABEL 1.2

LEMBAGA PEMERINTAHAN DESA

No Nama Lembaga Jumlah Keterangan
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Dusun

Rukun Warga

Rukun Tetangga

BPD

LKMD

PKK

Majlis Ulama

Karang Taruna

4

7

25

9

7

7

2

1

Anggota

Anggota

Anggota

Anggota

Anggota

Anggota

Anggota

Anggota

 

  1. Lembaga Kemasyarakatan

Sebagaimana tabel 1.3 di bawah ini :

TABEL 1.3

LEMBAGA PETANI

No Kelompok Tani Ketua Kelompok Tani Keterangan
1.

2.

3.

4.

Mitra Gardu 1

Mitra Dardu 2

Mulya Sanepa

Cinta Asih

Bapak Juju

Bapak Adang

Bapak Dadang

Bapak Cecep

Dusun Cileungsing

Dusun Cigalagah Girang

Dusun Peuntas

Dusun Ciseueur

  1. Lembaga Pendidikan

Sebagaimana tabel 1.4 di bawah ini :

TABEL 1.4

DATA SEKOLAH DASAR / MADRASAH IBTIDAIYYAH / MDA

No Nama Sekolah Kepala Madrasah/Sekolah Alamat
1.

2.

3.

4.

5.

SDN SANEPA

SDN Cilangkap II

Madrasah Ribatul Muta’alimin

Madrasah Nurul Iman

TPA/Madsarah Al-Ihsan (LIPIA)

Bapak Maman

Ibu Yulianti

Bapak Win

Bapak Muchtar

Ust. Aceng Rukamana

Cigalagah Girang

Cileungsing

Peuntas

Cigalagah Hilir

Cileungsing

1.4 Kondisi Sosial Keagamaan

Masyarakat desa Cilangkap 100 % beragama Islam.

Sebagaimana pada tabel 1.5 di bawah ini :

TABEL 1.5

JADWAL PENGAJIAN RUTIN

No Hari Waktu Tempat
1. Jum’at 16.00 – 17.00 Mesjid Jami Al-Ihsan
2. Minggu 16.00 – 17.00 Mesjid Jami H. Sulaeman
3. Minggu 16.00 – 17.00 Mesjid Jami’ Nurul Iman
4. Minggu 16.00 – 17.00 Mushola Al-Barokah
5. Jum’at 1 Kali dalam 3 Bulan Madrasah Al-Ihsan
6. Jum’at 16.00 – 17.00 Mushola Al-Huda

1.5 Kondisi Pendidikan

Desa Cilangkap merupakan salah satu desa banyak kekurangan  dalam sektor pendidikan, khususnya pendidikan formal. Kekurangan ini dalam segi sarana dan prasarana, serta Sumber Daya Manusia (Staf Pengajar). Selain itu juga hambatan yang dirasakan oleh pihak sekolah dalam hal meningkatkan sumber daya manusia adalah kurang adanya kesadaran dari masyarakat tentang pentingnya pendidikan bagi masa depan, serta faktor ekonomi yang selalu dijadikan alasan utama  untuk tidak melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Adapun data sekolah yang ada di Desa Cilangkap, baik formal maupun in-formal.

Sebagaimana pada tabel 1.6 di bawah ini :

TABEL 1.6

DATA SEKOLAH DASAR / MADRASAH IBTIDAIYYAH / MTS / SMP

No Nama Sekolah Kepala Madrasah/Sekolah Alamat
1.

2.

3.

4.

5.

SDN SANEPA

SDN Cilangkap II

Madrasah Ribatul Muta’alimin

Madrasah Nurul Iman

TPA/Madsarah Al-Ihsan (LIPIA)

Bapak Maman

Ibu Yulianti

Bapak Win

Bapak Muchtar

Ust. Aceng Rukamana

Cigalagah Girang

Cileungsing

Peuntas

Cigalagah Hilir

Cileungsing

 

Sedangkan tingkat pendidikan masyarakat, Sebagaimana tabel 1.7 di bawah ini :

TABEL 1.7

TINGKAT PENDIDIKAN MASYARAKAT

No Nama / Tingkat Pendidikan Jumlah Orang
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Tamat SD / sederajat

Tamat SMP / sederajat

Tamat SMU / sederajat

PT / sederajat

Tidak Tamat SD

Tidak Pernah Sekolah

Belum Sekolah

1918 Orang

279 Orang

186 Orang

67 Orang

85 Orang

16 Orang

162ang

1.6 Kondisi Ekonomi

Dalam sektor ekonomi masyarakat desa Cilangkap masih tergolong ke dalam masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Masyarakat Cilangkap banyak berkecimpung dalam bidang perkebunan dan pertanian. Namun usaha mereka tergolong kepada usaha kecil yang tidak tentu penghasilannya. Bagi masyarakat yang melakoni usaha kecil banyak faktor penghambatnya. Salah satu penghambat utamanya adalah bidang pengolahan tangkil (melinjo), karena tidak adanya pengolah tangkil menjadi emping atau semacamnya.

 

  1. 2. Identifikasi Masalah

Desa Cilangkap terbagi lima dusun, dusun cileungsing, dusun ciseuseur, dusun cigalagah hilir, dusun cigalagah dan dusun peuntas. Dari kelima dusun tersebut, yang dijadikan wilayah sasaran kegiatan KLKB oleh kelompok 1 hanya dusun cileungsing, dusun peuntas dan dusun ciseueur. Hal ini dilakukan karena keterbatasan kami dalam hal tenaga, transportasi dan lain-lain.

Dari hasil observasi, baik melalui wawancara dengan aparat pemerintah desa, para ketua dusun, para ketua RW dan RT, tokoh agama, para pendidik atau guru, serta masyarakat maupun dengan pengamatan secara langsung terhadap kenyataan-kenyataan yang dijumpai di lapangan, kami menemukan beberapa data permasalahan yaitu sebagai berikut:

 

  1. A. Identifikasi Masalah Pendidikan
  2. Kurangnya motivasi orang tua kepada anak untuk melanjutkan sekolah pada jenjang yang lebih tinggi.
  3. Dalam pelaksanaan KBM, siswa SD Sanepa kurang memahami bahasa Indonesia sehingga menyebabkan nilai rendah karena tidak memahami soal atau intruksi dalam bahasa  Indonesia.
  4. Kurangnya optimalisasi media elektronik.
  5. Kurangnya sarana dan prasarana pendidikan.
  6. Kurangnya buku paket yang dibutuhkan siswa.
  7. Kurangnya tenaga pengajar yang memiliki basic pesantren..
  8. Kurangnya motivasi orang tua kepada anak-anak untuk memperdalam pelajaran agama di madrasah.
  9. Kurangnya manajerial dan fasilitas dalam madrasah, sehingga berpengaruh pada proses pembelajaran di madrasah.

 

  1. B. Identifikasi Masalah Sosial Keagamaan
  2. Kurangnya minat generasi muda dalam melanjutkan estapet dakwah.
  3. Belum optimalnya wadah untuk menyalurkan bakat dan potensi anak atau generasi muda.
  4. Belum terciptanya hubungan yang harmonis antar pihak pemerintah desa, tokoh agama dan masyarakat.
  5. Belum terorganisasinya pusat pembinaan kegiatan remaja masjid.
  6. Kurangnya kesadaran untuk melaksanakan sholat berjama’ah di masjid.
  7. Para pemuda kurang merespon dalam kegiatan-kegiatan keagamaan.
  8. Pemerintah desa kurang merespon kegiatan keagamaan, seperti majelis ta’lim ibu-ibu.

  1. 3. Program Kerja

Dari masalah-masalah yang dipaparkan di atas, maka kami peserta KLKB kelompok 1 berupaya melaksanakan program kerja dengan tujuan sebagai berikut:

  1. Meningkatkan kualitas dan kesadaran masyarakat terhadap pendidikan baik formal maupun non formal, pendidikan agama maupun pendidikan umum.
  2. Menjalin hubungan harmonis antar aparat pemerintah, tokoh agama dan masyarakat.
  3. Membentuk wadah aktifitas pembinaan remaja.
  4. Meningkatkan potensi generasi muda dalam berdakwah dan berorganisasi.
  5. Mengenalkan generasi muda pada teknologi.

Untuk menunjang tujuan tersebut di atas, maka program kegiatan yang dilaksanakan adalah:

  1. A. Skala Besar
    1. Outbound
    2. Pesantren Kilat (Sanlat)
    3. Kreasi Seni dan Tabligh Akbar
    4. Perlombaan-Perlombaan
    5. Seminar Pendidikan

 

  1. B. Skala Rutin
    1. Pengajian Umum (Khambali)
    2. Piket Harian (Team Kelompok 1)
    3. Briefing dan Evaluasi (Team Kelompok 1)
    4. Les Bahasa Inggris (Lia dan Taufik)
    5. Les Bahasa Arab (Riki dan Taufik)
    6. Badminton (Team Kelompok 1)
    7. Futsal (Team Kelompok 1)
    8. Jumsih (Team Kelompok 1)
    9. Les Qiroat dan Tahsin (Khambali)
    10. Les Kaligrafi (M. Saeful)
    11. Kajian Kitab Kuning (Riki, M. Saeful dan Adit)
    12. Kursus Baca Tulis Al-Qur’an (Lia dan Nevi)
    13. Kagiatan KBM di SD dan Madrasah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PELAKSANAAN KEGIATAN

  1. A. Identifikasi Kegiatan
  2. 1. Pemecahan Masalah
    1. Outbound
    2. Pesantren Kilat (Sanlat)
    3. Kreasi Seni dan Tabligh Akbar
    4. Perlombaan-Perlombaan
    5. Seminar Pendidikan

 

  1. B. Metode Pelaksanaan Yang Digunakan

Dalam memecahkan masalah yang ada di masyarakat, kami kelompok 1 menggunakan metode sebagai berikut:

–          Pendekatan Kultural

Yaitu dengan cara mengenali terlebih dahulu bagaimana kebiasaan dan adat istiadat masyarakat Desa Cilangkap agar diterima sebagai warga yang baik di antara masayarakat Desa Cilangkap lainnya.

–          Pendekatan Ibadah

Yaitu dengan bersosialisasi mengikuti pengajian-pengajian di masyarakat dan ikut serta shalat berjama’ah di masjid.

–          Pendekatan Sosial

Yaitu dengan melaksanakan sillaturrahim kepada tokoh masayarakat dan tokoh agama serta ikut dalam kegiatan masyarakat.

 

  1. C. Lokasi dan Waktu
No Nama Kegiatan Hari / tanggal Tempat
2. Outbound Minggu/ 18 Juli 2010 Pesawahan dan Wisata Cigirang
3. Pesantren Kilat (Sanlat) Minggu/ 25 juli 2010 Mesjid H. Sulaeman
4. Seminar Pendidikan Senin/26 Juli 2010 GOR Desa Cilangkap
6.  

Perlombaan-Perlombaan

25 Juli – 1 Agustus 2010 GOR Desa Cilangkap

Lapangan Samping Sekre KLKB

7. Kreasi Seni Selasa/ 3 Agustus 2010 GOR Desa Cilangkap
8 Pengajian Umum  

Masyarakat Umum

Kamis / 15, 22 dan 29 Juli 2010

Rabu / 14 dan 21 Juli 2010

Jum’at  / 23 Juli 2010

9 Les

Bahasa inggris dasar

 

Anak-anak dan Remaja

Senin dan Kamis / 12, 15, 19, 22, 26 dan 29 Juli 2010

 

10 Les

Bahasa arab dasar

Anak-anak dan Remaja Selasa dan Rabu / 13, 14, 20, 21, 27 dan 28 Juli 2010
11 Bulu Tangkis Pemuda dan Orang Tua Senin / 9, 16, 23 dan 30 Juli 2010
12 Futsal Anak-anak dan Remaja Setiap Hari
13  

Les Qiroat/Mujawad dan Tahsin

Masyarakat Umum Senin, Selasa, Sabtu dan Minggu/ Setiap Pekan

Rabu dan Jum’at/Setiap Pekan

14  

Kajian Kitab Kuning

Masyarakat Umum Rabu/14, 21 dan 28 Juli 2010

Sabtu/17, 24 dan 31 Juli 2010

15 Jumsih Masyarakat Umum Jum’at/16 dan 23 Juli 2010
16 Les baca tulis

Al-qur’an dasar

Anak-anak dan Ibu-ibu Sabtu dan Rabu /17, 21, 24 dan 29 Juli 2010
17 Les Kaligrafi Anak-anak dan Remaja Sabtu dan Minggu /10,11, 17, 18, 24, 25 Juli 2010
18 Kegiatan KBM di SD Anak-anak Senin, Selasa dan Rabu / 19,20,21,26,27,28 Juli 2010
19  

Kegiatan KBM di Madrasah

Anak-anak dan Remaja Senin, Selasa, Rabu, Jum’at, Sabtu dan Minggu/19,20,21,23,24,25,26, 27, 28 30,31 Juli 2010

 

  1. D. Bidang Kegiatan
  2. a. Pelaksana dan Khalayak Sasaran
  3. Pelaksana Kagiatan

Kegiatan yang kami lakukan pada umumnya diselenggarakan oleh peserta KLKB kelompok 1 dan ada beberapa kagiatan yang bekerja sama dengan kelompok 2. Dengan pembagian koordinator dalam setiap kegiatan. Dalam kelancaran kegiatan, kami didukung dan dibantu secara nyata dalam bentuk keikutsertaan aparat desa, MUI, tokoh agama, para pemuda dan pihak sekolah atau madrasah.

  1. Khalayak Sasaran

Sasaran kagiatan menurut:

Wilayah           : Dusun cileungsing, dusun peuntas dan dusun ciseueur.

Lembaga         : Madarasah, sekolah, pengajian dan desa.

Personil           : Aparat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, murid atau santri dan masyarakat umum.

 

  1. b. Sumber Pendanaan

Sumber dana yang didapat dalam melaksanakan program-program tersebut di atas berasal dari pada donatur, dana kegiatan yang diberikan panitia KLKB dan dana kelompok 1 serta dana yang berasal dari gabungan dengan kelompok 2.

  1. c. Kemungkinan Kerjasama Dengan Instansi Lain

Untuk memperlancar kegiatan yang telah dilaksanakan dan juga untuk memperingan, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara bekerjasama dengan:

  1. Kelompok 2
  2. Pemerintah desa dan MUI Desa Cilangkap
  3. PT. Yuri
  4. Karang taruna
  5. Masjid H. Sulaeman, Masjid Nurul Ihsan dan Madarasah Ribatul Muta’alimin

 

 

 

BAB III

HASIL KEGIATAN

  1. A. Bentuk Kegiatan yang Terlaksana

Sebagai tindak lanjut dari hasil observasi yang dilakukan di desa Cilangkap dalam hal beragama di masyarakat setempat, maka kelompok 1 KLKB melaksanakan beberapa kegiatan yang terdiri dari kegiatan rutin dan kegiatan incidental.

  1. B. Kegiatan Rutin
  2. Pengajian Umum (Penenggung jawab oleh Khambali)

Iklim pengajian yang ada di desa Cilangkap rata-rata dari pesesrta yang hadir adalah ibu-ibu dan bapak-bapak yang sudah berusia lanjut. Dengan kehadiran kami mengikuti pengajian tersebut setidaknya dapat memotivasi masyarakat yang masih muda serta mangingatkan mereka bahwa mencari ilmu dan beribadah kapada Allah tidak hanya dilakukan setelah berusia lanjut.

  1. Piket Harian (Team Kelompok 1)

Piket harian adalah kegiatan yang dilakukan setiap hari seperti pekerjaan rumah tangga dalam rangka memperlancar aktivitas peserta KLKB kelompok 1 dalam melaksanakan kegiatan. Pelaksanaan piket harian ini dibagi menurut jadwal yang telah disepakati bersama.

  1. Breafing dan Evaluasi (Team kelompok 1)

Evaluasi kegiatan secara umum dilaksanakan pada akhir kegiatan yang membahas segala bentuk kegiatan kelompok, baik dari terlaksananya kegiatan maupun kendala-kendala yang muncul dalam kegiatan. Sedangkan breaving dilaksanakan pagi hari sebelum melaksanakan kegiatan.

  1. Les Bahasa Inggris (Penanggung jawab Lia dan Taufik)

Kagiatan ini kami selenggarakan dalam rangka mengisi liburan anak-anak sekolah. Materi yang diberikan adalah Bahasa Inggris dasar dan Aplikatif.

  1. Les Bahasa Arab (Penanggung jawab Riki dan Taufik)

Kagiatan ini kami selenggarakan dalam rangka mengisi liburan anak-anak sekolah. Materi yang diberikan adalah Bahasa Inggris dasar dan Aplikatif.

  1. Badminton (Team Kelompok 1)

Kagiatan ini merupakan program karang taruna yang sudah lama berhenti. Oleh karena itu, kami dan para pemuda ingin mengaktivkan kembali program ini. Respon dari para pemuda dan masyarakat sangat apresiatif sekali dengan adanya program ini.

  1. Futsal (Team Kelompok 1)

Kegiatan ini kami selenggarakan agar kami dapat dengan mudah bersosialisasi dengan anak-anak, pemuda dan masyarakat pada umumnya. Karena kebanyakan dari anak-anak dan pemuda menyukai kegiatan olah raga ini.

  1. Jumsih (Team Kelompok 1)

Kagiatan ini diselenggarakan untuk mengikat para pemuda dan masyarakat dengan masjid, agar lebih menjaga masjid dan lebih mencintai masjid. Dengan demikian, jama’ah yang shalat di masjid akan bertambah dengan dibantu oleh DKM.

  1. Les Qiroat dan Tahsin (Khambali)

Kagiatan ini diselenggarakan untuk menanamkan rasa cinta kepada Al-Qur’an, agar para pemuda dan masyarakat pada umumnya lebih banyak membaca Al-Qur’an. Kegiatan ini berlangsung dengan baik sekali, bahkan ada di antara peserta yang termotivasi untuk terus belajar membaca Al-Qur’an dengan baik.

  1. Les Kaligrafi (M. Saeful)

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menanamkan jiwa seni islami kepada anak-anak yang belajar di madrasah. Kegiatan ini sebagai ajang untuk memberikan pemahaman dan kemampuan untuk mengola rasa sebagai fitrah manusia menjadikan karya yang bernuansa Islam.

  1. Kajian Kitab Kuning (Riki, M. Saeful dan Adit)

Kagiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyalurkan potensi yang terdapat pada peserta KLKB yang mempu membaca dan menjelaskan isi dari kitab kuning. Peserta cukup merespon kajian kitab kuning ini, karena bagi mereka jarang sekali yang dapat membaca dan menjelaskan kitab kuning secara langsung dan komprehensif.

  1. Kursus Baca Tulis Al-Qur’an (Lia dan Nevi)

Kagiatan ini diselenggarakan dalam rangka mengisi kekosongan setelah shalat maghrib. Peserta diantaranya adalah anak-anak dan ibu-ibu yang memang masih membutuhkan bimbingan belajar membaca dan menulis Al-Qur’an.

 

  1. Kagiatan KBM di SD dan Madrasah (Team kelompok 1)

Sebagai aplikasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, kami peserta KLKB berpartisipasi dan mengabdi selama KLKB dalam bentuk mengajar ilmu-ilmu agama. Hal ini tentunya  membuat kesan tersendiri dan menambah pengalaman. Tanggapan anak-anak serta pengajar sangat antusias menyambut kedatangan kami. Adapun kami mengajar di SDN Sanepa dan Madrasah Ribatul Muta’alimin. Hasil dari kami ikut serta mengajar di SDN Sanepa dan Madrasah Ribatul Muta’alimin adalah dapat memberikan metode-metode baru dalam mengajar bagi pengajar di sana serta dapat lebih memotivasi anak-anak untuk tetap rajin dalam mengikuti pengajian.

 

  1. C. Kagiatan Insidental
  2. Outbound (PJ Team Kelompok 1 dan 2)

Kagiatan ini merupakan acara yang diselenggarakan dalam rangka melatih fisik dan mental anak-anak sebagai bekal untuk menghadapi masa depan yang keras dengan penuh perjuangan. Kegiatan ini berisi permainan yang mengandung hikmah dan pelajaran yang bernuansa islami dengan dibimbing oleh mentor dalam mengikuti permainan pada setiap pos. Dan pada setiap posnya, terdapat fasilitator yang memberikan tantangan dalam bentuk permainan atau simulasi yang diharuskan setiap peserta untuk memahami dan menjelaskan makna atau hikmah dari permainan yang diberikan fasilitator.

  1. Pesantren Kilat (Sanlat) (PJ Team Kelompok 1 dan 2)

Kagiatan ini merupakan acara yang diadakan dalam rangka menanamkan jiwa keislaman kepada anak-anak dan remaja sebagai bekal kehidupan di masa depan. Materi yang diberikan adalah aqidah, fiqih dan akhlak. Acara ini mendapatkan sambutan yang luar biasa dari lembaga pendidikan dan masyarakat setempat.

  1. Kreasi Seni dan Tabligh Akbar (PJ Team Kelompok 1 dan 2)

Kegiatan ini merupakan acara puncak dari rangkaian kegiatan KLKB. Panggung kreasi seni dilaksanakan siang hari diisi dengan tampilan kreasi anak, remaja dan pemuda Cilangkap berupa tarian-tarian islami, nasyid, kasidah, puisi islami dan lain-lain. Malam harinya, kami menggelar tabligh akbar, yang penjadi penceramah dalam acara ini adalah Bapak Sobar Al Ghazal, Drs., M.Pd. Acara ini dihadiri oleh Bapak Kuwu, MUI, Tokoh Agama dan masyarakat yang berjumlah sekitar kurang lebih 100 orang.

 

 

  1. Perlombaan-Perlombaan (PJ Team Kelompok 1 dan 2)

Perlombaan yang kami laksanakan dimaksudkan untuk memacu potensi anak dan remaja serta warga desa Cilangkap. Perlombaan yang dilaksanakan antara lain: Lomba Azan, Lomba Kaligrafi, Lomba Hafalan Juz ‘Amma, Lomba Bulu tangkis, Lomba menghias kerudung dan  Lomba anak-anak lainnya.

  1. Seminar Pendidikan (PJ Khambali dan team kelompok 1 dan 2)

Seminar pendidikan merupakan bentuk partisipasi kami dalam kemajuan dunia pendidikan khususnya dan membantu mencerdaskan kehidupan bangsa yang intelektual. Sasaran peserta dari seminar ini adalah para guru khususnya dan masyarakat pada umumnya, yang peduli terhadap dunia pendidikan. Tujuannya adalah Mengidentifikasi dan menyusun permasalahan-permasalahan yang dihadapi para pejabat pendidikan, lembaga pendidikan, dan stakeholders pendidikan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia dewasa ini

Judul seminar “Mengaktualisasikan Profesionalisme Guru Melalu Sertifikasi”. Pemateri : Dr. Nan Rahminawati, Dra,.M.Pd. (Pakar Pendidikan Unisba). Setiap peserta mendapatkan sertifikat, snack dan handout.

 

  1. D. Faktor Pendukung dan Penghambat
  2. 1. Faktor Pendukung

Faktor-faktor yang mendukung terlaksananya kegiatan-kegiatan dalam KLKB ini diantaranya adalah:

  1. Kekompakkan dari seluruh peserta KLKB kelompok 1.
  2. Sillaturrahim yang terjalin dengan baik antara sesama peserta dengan tuan rumah, warga dan aparat pemerintahan setempat.
  3. Kelancaran bekerjasama dengan kelompok 2 peserta KLKB.
  4. Antusias masyarakat dalam berpartisipasi terhadap program-program yang kami laksanakan.
  5. Tempat tinggal yang strategis, yakni dekat dengan balai desa, masjid dan tempat sarana olah raga.
  1. Bimbingan dari dosen pembimbing, panitia KLKB dan Pihak Fakultas Tarbiyah.
  2. Respon positif dari DKM dan masyarakat setempat.
  3. Adanya kerjasama antara mahasiswa  KLKB, pemuda dan Tohoh Masyarakat.
  4. Adanya dukungan moral dari pihak pemerintahan desa setempat.
  5. Adanya para donator yang memberikan bantuan baik moril maupun materiil.
  6. Adanya perusahaan yang memberikan fasilitasnya untuk dijadikan hadiah perlombaan.

12.  Faktor-faktor lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

  1. Semangat yang kuat yang dimiliki oleh pemuda, mahasiswa KLKB serta masyarakat untuk menyukseskan acara tersebut.

 

  1. 2. Faktor Penghambat

Yang menjadi faktor penghambat dalam melaksanakan kegiatan kami diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Birokrasi yang sulit karena kurang kompaknya antara pemerintah desa, MUI dan masyarakat setempat.
  2. Sulitnya pendataan peserta yang akan mengikuti kegiatan dikarenakan letak yang berjauhan antara RW yang satu dengan yang lainnya.
  3. Dana yang dirasakan masih kurang.
  4. Dan faktor penghambat lainnya.

Demikianlah hasil kegiatan yang telah dilaksanakan besrta faktor-faktor pendukung dan penghambatnya selama ini kami menjalankan program kerja yang telah direncanakan.

 

BAB IV

KESIMPULAN, SARAN DAN REKOMENDASI

 

Kuliah Lapangan Kehidupan Beragama yang dilaksanakan oleh kelompok1 di desa Cilangkap Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang ini merupakan aplikasi dari apa yang didapat dari bangku kuliah selama VI semester terakhir. Juga sebagai implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni mendidik, meneliti dan mengabdi kepada masyarakat desa dengan upaya menemukan, merumuskan, memecahkan, dan menanggulangi permasalahan yang ada di masyarakat setempat. Dalam pelaksanaan Kuliah Lapangan Kahidupan Beragama ini dibagi menjadi tiga tahapan umum, yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi atau pelaporan.

  1. Tahap Persiapan

Tahapan ini sebenarnya dilakukan oleh peserta KLKB pada saat di bangku kuliah. Dan sebelum melaksanakan KLKB mahasiswa mendapatkan pembekalan selama dua hari berupa pemberian gambaran umum tentang lokasi KLKB yang diberikan oleh pihak Fakultas Tarbiyah tentang langkah-langkah yang harus dipersiapkan dan yang akan ditempuh selama melaksanakan KLKB.

  1. Tahap Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan langkah awal yaitu dengan observasi ke setiap wilayah garapan dalam rangka mencari informasi-informasi dan data-data mengenai kondisi Desa Cilangkap.

Observasi dilakukan selama tiga hari, yang diobservasi ini disatukan dengan sosialisasi. Dari hasil observasi dan sosialisasi tersebut tersusunlah program kerja yang terbagi kepada bidang-bidang, yaitu bidang pendidikan, kesehatan dan keagamaan yang masih kurang dalam implementasinya.

Dalam menjalankan program tidak lepas dari faktor pendukung dan penghambatnya, namun karena faktor itulah yang memotivasi kami saat melaksanakan kegiatan.

  1. Tahap Evaluasi atau Pelaporan

Tahapan laporan ini merupakan kegiatan terakhir dari Kuliah Lapangan Kehidupan Beragama, yang merupakan laporan kepada pihak panitia pelaksanaan KLKB 2010 Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Bandung dalam bentuk tulisan.

Laporan ini disetujui oleh Dosen Pembimbing kelompok 1, yaitu Bapak Ikin Asikin, Drs., M.Ag. dan Bapak H. Ayi Sobarna, Drs., M.Pd sebagai Ketua Panitia KLKB 2010.

Saran-saran

Setelah kami mendapatkan beberapa pengalaman yang berharga dari masyarakat Desa Cilangkap, dapat disimpulkan saran-saran bagi pihak-pihak yang terkait mudah-mudahan bermanfaat dan bisa dijadikan motivasi untuk memperbaiki sehingga pembangunan Desa dalam fisik maupun nonfisik bisa tercapai.

Adapun saran-saran yang dapat disimpulkan adalah sebagai berikut:

1.  Internal

Bagi mahasiswa (peserta KLKB), pengalaman bermasyarakat selama melaksanakan kegiatan KLKB supaya dijadikan bekal berharga untuk hidup bermasyarakat selanjutnya dalam komunitas lain, serta lebih mengasah kepekaan sosial terhadap permasalahan-permasalahan yang ada dan berkembang di masyarakat. Hal itu, akan sangat berguna untuk mengasah daya nalar guna membangun diri .

Bagi Unisba, untuk kedepannya agar yang dikenakan kewajiban untuk melaksanakan KLKB secara akademik bukan hanya Fakultas Tarbiyah, tapi harus seluruh Fakultas, sebab program akademik ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa dalam konteks pengenalan hidup bermasyarakat. Dan realitas kemasyarakatan di lapangan sangatlah kompleks serta membutuhkan pendekatan interdisipliner, artinya peserta KLKB harus plural dalam disiplin keilmuan. Sehingga, dalam konteks ini Unisba harus mengadakan perubahan kurikulum secara kelembagaan.

Bagi Panitia KLKB, untuk kedepannya profesionalitas kepanitiaan harus sangat diperhatikan dan dikedepankan, dalam arti panitia harus akomodatif terhadap aspirasi yang muncul dan berkembang di peserta, serta konsisten terhadap janji untuk membantu peserta. Kemudian selain itu, hal-hal yang perlu ditindak lanjuti atas realitas permasalahan di masyarakat yang dilaporkan oleh peserta KLKB, supaya ditindak lanjuti (terutama hal-hal yang berkaitan dengan persoalan penelitian dan pengabdian).

 

2.  Eksternal

Bagi pemerintahan Desa, agar terus melakukan upaya-upaya mengeliminir dan menetralisir konflik-konflik khilafiyah terutama dalam konteks ubudiyah antar intern umat beragama, dengan lebih meningkatkan pembinaan rasa persatuan dan kerukunan intern umat beragama (Islam). Upaya yang mengarah ke arah itu, seperti yang selama ini dilakukan pemerintahan Desa yaitu dengan mengadakan forum pengajian plural (netral terhadap faham tertentu) dengan nama forum Pengajian, yang dilakukan seminggu sekali bertempat di Aula Desa, dengan materi-materi pengajian adalah tema-tema sosial yang dapat membangun rasa kesatuan, dan saling hormat menghormati dalam menjalankan keyakinan ritualitas masing-masing, bukan tema-tema yang sifatnya khilafiyah. Upaya seperti itu sudah cukup baik, hanya tinggal intensitas pembinaan dan pengembangannya yang harus lebih ditingkatkan.

Upaya-upaya kaderisasi remaja/pemuda dalam berbagai bentukannya harus terus dilakukan. Dan pembinaan terhadap organisasi-organisasi kepemudaan/remaja harus lebih ditingkatkan, sebab hal ini akan sangat bermanfaat bagi perkembangan generasi muda Desa Padamulya kedepannya, dan bisa mengantisipasi kenakalan pemuda/remaja yang terjadi.

BAZIS sebagai lembaga yang mengurusi rekruitasi zakat dan sumbangan-sumbangan dari masyarakat harus lebih diberdayakan dan dikelola secara profesional. Sebab dalam masa krisis seperti sekarang ini, pengelolaan BAZIS secara profesional dapat dijadikan alternatif pemecahan untuk menangani dan membantu masyarakat yang terkena imbas krisis moneter dan ekonomi.

Forum Dialog antara warga masyarakat dengan pemerintahan Desa intensitasnya harus lebih ditingkatkan. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk membuka kran dialogis dalam menampung dan memecahkan permasalahan secara bersama-sama antara masyarakat dengan pemerintahan Desa, sehingga dapat mengantisipasi terjadinya diskomunikasi dan ketimpangan pembinaan wilayah. Serta pemerintahan Desa akan lebih akomodatif dan aspiratif terhadap warganya.

Bagi pemerintah Daerah agar terus melakukan pembinaan terhadap perangkat Desa dalam hal mekanisme kerja untuk melakukan pengabdian dan pelayanan terhadap masyarakat. Selain itu, upaya-upaya pemerintah untuk membuka lapangan kerja alternatif bagi masyarakat yang pengangguran.

 

About mujaddid

bijaksana

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: